Dakota Douglas DC-3:Sang Legenda

Dakota Douglas DC-3

Dakota Douglas DC-3 dikembangkan dan diproduksi pada tahun 1935 oleh Douglas Aircraft Company.Mulai terbang perdana pada tanggal 17 Desember 1935.Dakota DC-3 ini merupakan pengembangan lanjutan dari versi sebelumnya yakni DC-1 dan DC-2.Operator pertama kali adalah American Airlines. Dakota DC-3 terkenal sebagai angkutan udara komersial karena aman, ekonomis dan nyaman pada masa itu. Beberapa perusahaan maskapai penerbangan di Amerika Serikat mengandalkan DC 3 sebagai Armada utama, seperti United Airlines, Trans World Airlines, Eastern Airlines dan Delta Airlines.

Dakota DC-3 Adalah pesawat legendaris sepanjang masa.Sampai dengan tahun 1946 produksi DC-3 dihentikan.Total produksi pesawat ini diseluruh dunia termasuk di Indonesia, mencapai 10.629 unit pesawat.Selain sebagai pesawat komersil Dakota DC3 juga diproduksi sebagai pesawat militer (Kode pesawat C47). Douglas Aircraft Company memberikan lisensi kepada 3 negara untuk turut memproduksi pesawat ini yaitu: Belanda, Rusia , dan Jepang.

Desain bentuk pesawat

Dakota DC 3 ini mempunyai beberapa julukan salah satunya adalah gajah terbang / dumbo.Karena bentuknya yang tambun dan panjang.Pada kedua sayapnya dipasang mesin jenis propeller dan ditopang oleh dua buah roda depan yang letaknya tepat di bawah mesin. Roba belakang kecil dan terletak dibawah ekor pesawat.Dakota termasuk jenis pesawat sayap rendah. Panjang Dakota DC 3 19,63 m, Rentang sayap 28,96 m Tinggi pesawat 4,97 m.Kecepatan maksimal pesawat legendaris ini bisa mencapai 170 mph dan sanggup menempuh perjalanan sejauh 1,025 mil.

Mesin

DC 3 adalah pesawat dengan jenis mesin propeller / baling baling ganda yang letaknya pada sayap. Dalam pengembangannya pesawat Dakota DC3 mengalami beberapa kali pergantian mesin pesawat.DC3 Variant pertama DC 3 menggunakan mesin Radial Wright R 1820 cyclon 95.mesin ini dibuat oleh Diproduksi oleh Pratt & Whitney sebuah pabrik mesin asal Amerika, jumlah silinder 14, desain radial berpendingin udara kemudian generasi selanjutnya DC 3 memasang Pratt & Whitney R 1830 Twin WASP.Dan generasi terakhir dari Dakota (Super DC3) memakai mesin Pratt and Whitney R 2000.

Sejarah Dakota di Indonesia

Pesawat Dakota DC3 juga turut menulis sejarah pada dunia penerbangan di Indonesia.pesawat propeler ini menjadi pesawat angkut kedua yang dimiliki Republik Indonesia.Pesawat DC 3 ini diberi nama Seulawah ini dibeli dari uang sumbangan Rakyat Aceh.Dakota yang didatangkan ke Indonesia ini buatan Belanda.Dakota Seulawah berkode R-001 ini menjadi cikal bakal berdirinya perusahaan penerbangan pertama di Nusantara, Indonesia Airways