P–3 Orion : Pesawat Patroli Maritim Pemburu Kapal Selam

P-3 Orion

Photo : Lockheed Martin

P–3 Orion, Reputasinya sebagai pesawat patroli maritim tidak diragukan lagi.Dari segi pengalaman lebih dari 50 tahun dan dioperasikan oleh 17 negara.P-3 Orion menggunakan 4 buah mesin turbo prop.Terbang perdana pada tanggal 25 November 1959 dioperasikan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat.P-3 Orion sampai sekarang diproduksi lebih dari 400 buah dan digunakan oleh berbagai negara diantaranya Amerika Serikat, Argentina, Australia, Brazil, Chile, Yunani, Iran, Jepang, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Pakistan, Portugal, Korea Selatan, Spanyol dan Thailand.

Dikutip dari website lockheed Martin, Pesawat terbang ini dibuat untuk misi utama sebagai pesawat patroli.Selain itu, P-3 Orion juga dikenal sebagai pesawat anti kapal selam.Dilengkapi radar khusus untuk mendeteksi dan memburu kapal selam.Kemampuan dasarnya sebagai pesawat patroli P-3 orion cocok untuk misi perlindungan jalur pelayaran dari berbagai ancaman seperti bajak laut, menggagalkan upaya penyelundupan narkoba, mencegah imigrasi ilegal, dan melakukan aksi anti terorisme.

P-3 Orion dipasang Radar Canggih

Salah satu syarat disebut sebagai pesawat patroli adalah kemampuan deteksi, pencarian, dan pengawasan objek dilaut dan darat (pantai) dengan baik serta kemampuan terbangnya dalam waktu yang lama.P-3 memiliki syarat tersebut, dilengkapi dengan perlengkapan deteksi canggih, untuk peningkatan kemampuaan dalam berbagai misi, yang salah satunya misinya adalah pengawasan dari udara dipasang kamera Electro-optical dengan mode infra merah dan ditambah dengan peralatan radar pencitraan memungkinkan P-3 melakukan pemantauan target dengan “Sangat teliti”.

P-3 Orion

Persenjataan

Selain “Bomb Bay”, sebutan ruangan tempat menyimpan bomb di badan pesawat, P-3 Orion mempunyai beberapa cantelan dibawah sayap untuk membawa persenjataan / amunisi. Bomb bay letaknya ada di bawah badan pesawat tepatnya di depan sayap.Berbagai jenis bomb seperti seperti mk25, mk39, mk55 atau mk56.bisa diangkut P-3 orion.Sedangkan dibawah sayapnya pesawat ini juga bisa dipasang berbagai kombinasi persenjataan seperti misil udara ke permukaan, Terpedo atau Harpoon AGM-84 anti-ship. Kombinasi persenjataan yang dipasang bisa disesuai dengan misi yang dijalankan.

Mesin

Sebagai Pesawat terbang patroli, P-3 Orion dibuat tidak untuk terbang dengan cepat, tetapi justru dibuat untuk bisa terbang dengan kecepatan dan ketinggian yang rendah.P-3 Orion menggunakan 4 buah mesin Allison T56-A-14 turboprop engines mampu terbang lebih dari 14 jam dalam kecepatan rendah.

Terlibat pencarian MH370 Malaysia Airlines di samudra Hindia

AP-3C Orion milik Angkatan Udara Australia (RAAF) adalah salah satu varian dari P-3 Orion.Pesawat ini dilibatkan untuk misi pencarian Boeing 777 MH370 milik Malaysia Airlines yang hilang secara misterius dan diduga jatuh di Samudra Hindia sebelah barat Australia.AP-3C Orion melacak Malaysia Airlines MH370 dengan mengandalkan instrumen MAD ( magnetic anomaly detector) yang bisa mendeteksi adanya benda logam besar hingga kedalaman 150 meter di bawah air.