Bandara Kulon Progo, Bandara Bertaraf Internasional di Jogja

Ada banyak kontroversi yang menyelimuti pembangunan bandara Kulon Progo. Namun, kini bandara Kulon Progo justru menarik perhatian khalayak ramai.

Jogjakarta terkenal sebagai tempat wisata paling populer di Jawa Tengah. Meski merupakan sebuah propinsi tersendiri, namun letaknya yang dihimpit oleh daerah Jawa Tengah membuat beberapa orang mengira bahwa Jogja adalah bagian dari Jawa Tengah. Dengan perkembangan kota Jogja yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, tak heran jika moda transportasi di kota ini pun semakin dikembangkan. Setelah memiliki Bandara Adi Sucipto Jogja, kini rencananya pemerintah daerah Jogjakarta akan membangun sebuah bandara baru. Beberapa orang mengenalnya dengan bandara Kulon Progo. Ya, begitulah orang-orang memanggil bandara tersebut. Lalu, apa nama bandara yang ada di Kulon Progo tersebut?

Adalah New Yogyakarta International Airport, nama yang akan disandang oleh bandara ini jika bandara tersebut sudah diresmikan kelak. Selama ini, bandara ini masih dalam proses pembangunan oleh PT. Angkasa Pura I. Meski demikian, sudah marak isu yang mengalir tentang bandara yang satu ini. Salah satunya adalah isu tentang lowongan pekerjaan yang akan dibuka di bandara ini. Banyak beredar di beberapa grup WhatsApp dan juga jejaring sosial lain tentang info lowongan bandara Kulon Progo yang sebenarnya adalah Hoax. PT. Angkasa Pura selaku operator dan juga manajemen resmi dari bandara ini mengaku belum pernah menerbitkan soal pembukaan lowongan kerja. Kalau pun nantinya ada, lowongan kerja di Bandara Kulon Progo akan diumumkan di situs resmi milik perusahaan BUMN tersebut.

Sekilas Tentang Bandara Kulon Progo

Awal ide pembangunan bandara ini menuai kontroversi karena lahan yang digunakan adalah milik warga desa. Para warga yang sudah mendiami wilayah tersebut selama bertahun-tahun tidak terima jika tanah yang didudukinya saat itu akan dibangun sebuah bandara. Namun lambat laun, berkat lobi dan mediasi antara warga desa dengan pemerintah setempat, akhirnya pembangunan bandara ini pun mendapatkan titik temu. Warga yang menempati 5 desa yang ada di kawasan Kulon Progo akhirnya menyerahkan tanah yang mereka miliki kepada PT. Angkasa Pura I lewat mediasi yang dibantu dengan Pemerintah Daerah. Warga pun menyepakati kompensasi dan jaminan yang layak sesuai dengan kesepakatan. Bahkan, 5 nama desa tersebut akan dijadikan sebagai nama Gerbang di Bandara Kulon Progo.

Baca juga : Jadwal Lengkap Keberangkat Dan Kedatangan di Terminal Bandara Soekarno Hatta

Kelima desa yang juga akan menjadi nama gerbang di pintu masuk terminal adalah Gate Palihan, Gate Sindutan, Gate Glagah, Gate Jangkaran, dan juga Gate Kebon Rejo. Ini merupakan bentuk apresiasi dari pengelola bandara terhadap para warga desa yang dengan ikhlas mau menyerahkan tanah milik mereka untuk dibangun sebuah bandara Internasional. Bahkan, bandara Kulon Progo ini pun akan memiliki atribut khas kota Jogjakarta. Meski bertaraf Internasional, namun bandara ini dipastikan akan memiliki istilah dan desain yang kental dengan adat Jawa, terutama corak dari keraton Jogjakarta. Bahkan dalam jumpa pers-nya, bandara ini akan dihiasi dengan simbol dan patung khas Jogjakarta seperti Lawang Papat dan beberapa ornamen yang lainnya.

Yang paling menarik adalah desain bandara Kulon Progo yang dapat Anda nikmati dari angkasa. Nantinya atap bandara ini akan dihiasi dengan ornament bercorak batik, sehingga para penumpang dapat melihat atap bandara ini dengan motif batik. Menurut press release resmi dari pihak bandara, ini merupakan sebuah cara yang dilakukan untuk memperkenalkan budaya dan juga kesederhanaan kota Jogja kepada masyarakat luas. Apalagi, bandara Kulon Progo ini akan menjadi satu-satunya bandara berkelas Internasional di Jogjakarta.