Bagaimana Pesawat Bisa Terbang di Udara?

Pernahkah Anda melihat ke langit luas dan melihat sebuah pesawat yang tengah melintas? Mungkin Anda adalah satu di antara beberapa orang yang bernyanyi saat sebuah pesawat melintas di atas kepala Anda. Ya, bukan sebuah rahasia jika beberapa orang menyanyikan lagu lawas saat ada sebuah pesawat yang melintas. Ini merupakan kebiasaan anak kecil jaman dahulu yang hingga saat ini masih ada. Mungkin Anda pun saat masih kecil pernah bergumam ‘kenapa pesawat bisa terbang?’ apa yang membuat besi berbobot lebih dari 1 ton bisa mengambang di atas awan? Ini merupakan sebuah pertanyaan misterius yang sampai saat ini mungkin Anda belum menemukan jawaban yang tepat.

Penjelasan sederhana pesawat bisa terbang

Bagi Anda yang masih penasaran mengapa sebuah pesawat bisa terbang di udara, kami akan menjelaskan bagaimana cara kerja mesin pesawat dan mengapa ia bisa terbang bebas di atas awan meski diisi oleh ratusan penumpang dan memiliki bobot yang sangat berat. Berikut ulasan lengkapnya untuk Anda!

Pada dasarnya, untuk memahami cara pesawat bisa terbang kita harus membuka ingatan kita tentang ilmu fisika yang pernah kita pelajari di sekolah. Pertama, bumi memiliki gaya gravitasi yang membuat setiap benda di atasnya akan jatuh ke tanah. Kedua, ada sebuah gaya yang disebut dengan Gaya Aerodinamik, yang merupakan sebuah gaya angkat yang bisa ditimbulkan oleh beberapa hal. Dalam konteks ini, Gaya Aerodinamika terjadi karena adanya gaya dorong dari mesin yang digunakan oleh pesawat. Baik gaya Gravitasi dan Aerodinamika saling bertentangan satu sama lain. Di sinilah peran mesin pesawat dalam mengatasi kedua gaya yang bertentangan tersebut.

Adanya gaya dorong dari sebuah mesin pesawat yang sangat besar, dan bahkan lebih besar dari gaya hambat yang membuat pesawat memiliki kecepatan laju yang sangat besar. Hasilnya, terciptalah gaya Aerodinamik. Inilah alasan kenapa pesawat bisa terbang meski memiliki bobot yang sangat berat. Gaya dorong yang sangat besar menciptakan momentum horizontal. Apalagi mesin pesawat yang melekat pada sayap memiliki tenaga yang sangat besar. Alhasil, kecepatan udara yang berada di atas sayap jauh lebih besar jika dibandingkan kecepatan udara yang berada di bagian bawah sayap. Kecepatan udara yang besar menghasilkan tekanan yang kecil. Dengan demikian, udara di bawah akan menjadi lebih besar dan terjadilah gaya angkat yang membuat pesawat bisa terbang. Berkat gaya angkat dan juga momentum horizontal, pesawat dapat terbang atau pun menukik ke atas. Inilah alasan kenapa pesawat bisa terbang. Bagaimana dengan pesawat yang memiliki tubuh besar? Pada dasarnya, tidak peduli seberapa besar atau berat badan pesawat, selama mesin pesawat mengeluarkan tenaga yang sangat besar, pesawat dapat tetap terangkat dan terbang.

4 gaya prinsip dasar pesawat bisa terbang

1. Thrust
Thrust yaitu gaya dorong yang dibentuk oleh fungsi mesin yang mendorong udara kebelakang agar pesawat dapat meluncur kedepan. Gaya tersebut terbentuk oleh kinerja mesin pesawat yang menciptakan propulsi dan mendorong pesawat.Gaya dorong ini dipengaruhi oleh hukum newton 2 & 3 yang mengatakan bahwa percepatan yang ditimbulkan oleh gaya yang bekerja pada objek berbanding lurus dengan besar gayanya dan berbanding terbalik dengan masa objek dan jika objek pertama mengerjakan gaya terhadap benda kedua, maka objek kedua akan mengerjakan gaya terhadap objek pertama yang besarnya sama, tetapi arahnya bertolak belakang .

2. Drag
Saat pesawat mulai terdorong oleh mesin, ada gaya yang bergerak berlawanan atau menghambat geraknya pesawat dengan membuahkan gaya gesek, sehingga menghambat laju pesawat.Drag lazim juga disebut resistance atau berlawanan.Kondisi yang mempengaruhi drag dalam dunia penerbangan yakni badan pesawat itu sendiri, namun drag juga bisa dihasilkan oleh spoiler, flap, dan lain lain. Drag bisa merugikan karena dapat menghambat laju pesawat, tetapi juga dapat sangat bermanfaat ketika pesawat sedang menjalankan proses pengereman ketika landing / mendarat.

3. Lift
lift ialah gaya yang mempengaruhi mengenai bagaimana pesawat tersebut dapat terangkatke udara .Dengan memanfaatkan gaya drag yang dihasilkan oleh sayap dan mengalirkan udara kebagian bawah sayap sehingga menghasilkan gaya ambil dan menerbangkan pesawat tersebut.Bentuk sayap yang telah dirancang sedemikian rupa membuat kecepatan udara diatas sayap lebih tinggi daripada kecepatan udara dibagian bawah sayap maka tekanan udara di bagian atas sayap lebih rendah ketimbang dengan dibagian bawah sayap hal itu membuat udara akan mengangkat pesawat keatas

4. Weight
Sesudah pesawat berhasil mengudara, ada lagi satu gaya yang jadi resistes / hambatan bagi lift yaitu adalah weight / berat yang di pengaruhi beban pesawat itu sendiri ditambah dengan gaya gaya tarik bumi atau biasa disebut gaya grafitasi bumi.Hal ini berkaitan dengan hukum relativitas umum einstein mengenai gravitasi.Semakin berat pesawat maka akan memaksa gaya sebaliknya untuk bekerja lebih keras yaitu dengan menambah lift yang dengan kata lain menambah thrust . sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin berat pesawat atau makin besar weight nya maka akan semakin besar pula gaya dorong dan gaya angkat yang diperlukan oleh pesawat itu agar bisa tetap terbang

Perlu diketahui juga bahwa badan pesawat sebenarnya terbuat dari bahan yang sangat ringan. Mungkin kita selama ini mengira bahwa seluruh tubuh pesawat terbuat dari besi dan baja. Namun kenyataannya, sebagian besar rangka pesawat terbuat dari campuran aluminium yang ringan dan kuat. Hanya beberapa bagian pesawat saja yang dilapisi besi, metal, dan bahkan baja. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang rangka pesawat dan bagaimana sistem pesawat itu bekerja, alangkah baiknya jika Anda mendalami tentang teknik aero engineering. Ilmu tersebut akan menambah wawasan Anda tentang seluk beluk rangka pesawat, mesin pesawat, dan cara kerja pesawat terbang.