Pesawat Terbang Seulawah, Pesawat Terbang Pertama Indonesia

Dunia penerbangan Indonesia mengalami perjalanan panjang sebelum era yang kita nikmati sekarang ini. Pasca kemerdekaan Indonesia, angkatan udara milik Indonesia belum memiliki armada sebagus sekarang. Bahkan, pesawat pertama milik pemerintah Indonesia pun dibeli dengan cara iuran. Bisa dibayangkan betapa terbatasnya kekuatan udara milik Indonesia pada saat itu? Artikel ini berkisah tentang pesawat terbang Seulawah, pesawat terbang yang dimiliki oleh Indonesia yang juga merupakan saksi bisu sejarah Indonesia di masa pasca kemerdekaan. Lalu, bagaimana ceritanya hingga negara harus memerintahkan rakyatnya untuk melakukan iuran untuk membeli pesawat? Jika Anda memiliki kesempatan untuk berkunjung, silahkan datang ke lapangan Blang Padang Aceh. Di sana, terpajang replika pesawat pertama Indonesia yang juga merupakan transportasi presiden Soekarno dalam melakukan perjalanan dinasnya.

Kisah Pesawat Terbang Seulawah

Pesawat Indonesia yang pertama ini memiliki cerita panjang dalam perjalanannya. Pada waktu itu, saat kunjungan Presiden Soekarno ke Banda Aceh, diceritakan bahwa beliau menghadiri sebuah acara yang mempertemukan jajaran staff Presiden dan Gubernur Aceh pada saat itu beserta dengan para saudagar dari sekitar Banda Aceh. Sebuah versi cerita mengatakan bahwa Presiden Soekarno tidak mau menyantap makan malam jika masyarakat Aceh tidak mau membantu pemerintah Indonesia membeli pesawat baru. Pada saat itu, krisis pasca kemerdekaan masih terasa. Bahkan ibu kota negara pun masih diduduki oleh koloni Belanda. Tak heran jika masyarakat dan pemerintah bahu membahu untuk menjaga stabilitas negara.

Akhirnya dalam sebuah forum yang berisikan saudagar dari penjuru Aceh, masyarakat setuju untuk melakukan iuran membeli pesawat terbang. Tujuannya jelas, menjadi alat transportasi penghubung antar-pulau bagi sang Presiden. Kemudian banyak masyarakat yang menyumbangkan harta dan bendanya melalui staff yang ditunjuk. Terlihat beberapa masyarakat menyerahkan uang, emas, dan berbagai sumber daya yang mereka miliki guna membeli sebuah pesawat. Usaha masyarakat Aceh pun berhasil, mereka mengumpulkan 20 kilogram emas yang setara dengan 130 dollar Singapura pada saat itu. Dengan demikian, pemerintah Indonesia pun bisa membeli pesawat dari Singapura. Kunjungan Presiden Soekarno pun ditutup dengan orasi menggeloranya yang khas, membakar semangat para muda mudi yang datang ke lapangan Blang Padang untuk tetap menjaga keamanan dan stabilitas wilayah Aceh dari para penjajah.

Baca juga : Dakota Douglas DC-3:Sang Legenda

Untuk menghargai semangat dan kerelaan masyarakat Aceh dalam mengorbankan harta bendanya, akhirnya pesawat Indonesia yang pertana tersebut diberi nama dengan pesawat terbang Seulawah. Nama terakhir memiliki arti Gunung Emas. Masyarakat Aceh menggunakan nama tersebut untuk menyimbolkan gunung Api Besar. Ternyata, pesawat Seulawah ini bukan hanya pesawat pertama, tetapi juga menjadi cikal bakal berdirinya perusahaan penerbangan pertama di Indonesia. Saat itu, Presiden Soekarno menyerahan wewenang pembelian pesawat Seulawah kepada Wiweko Soepono. Lalu beliau pun membentuk Indonesia Airways, sebuah perusahaan pengelola penerbangan yang akhirnya berubah menjadi Garuda Indonesia. Saat itu, Wiweko Soepono pun menjadi direktur utama Garuda Indonesia yang pertama.

Spesifikasi Pesawat Seulawah

Pesawat pertama Republik Indonesia ini pun diberi kode RI-001. Dengan badan pesawat sepanjang 19 meter, pesawat ini menjadi kendaraan untuk mengangkut barang-barang dari wilayah Aceh ke pulau Jawa. Rentang sayap pesawat adalah 28 meter dan terbang menggunakan mesin Pratt & Whitney. Pesawat yang dapat terbang dengan kecepatan maksimum 364 km/jam ini juga pernah disewa oleh pemerintah Myanmar saat perang saudara pecah di negara tersebut. Hingga kini, jasa pesawat terbang Seulawah akan tetap dikenang oleh semua maskapai penerbangan Indonesia.