Beberapa Penerbangan Komersial Terpendek di Dunia

Tangiers (Maroko) to Gibraltar (British Overseas Territory)
Airline: Royal Air Maroc. (TNG-GIB). Jarak: 43 mil (69 Km).

Inilah penerbangan antar benua terpendek di dunia. Hanya berjarak 69 Km menghubungkan antara Eropa dengan Afrika. Maskapai Royal Air Maroco menawarkan penerbangan reguler, mengandalkan  pesawat turboprop ATR-72, menghubungkan Tangier, di ujung utara Maroko, ke wilayah Inggris Gibraltar.

Billy Bishop Toronto City Airport to Niagara District Airport (Kanada)
Airline: Greater Toronto Airways. (YTZ-YCM). Jarak: 32 mil (51 km).

Perjalanan darat dari Toronto ke Niagara jaraknya 85 mil mengikuti tepian Danau Ontario, namun hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk terbang dalam garis lurus melintasi danau. Sebuah maskapai Kanada baru saja meluncurkan penerbangan harian di rute ini dengan menggunakan pesawat Piper Navajo kecil. Hal ini tentu akan mempermudah wisatawan Toronto dan penduduk untuk mengunjungi air terjun Niagara yang terkenal itu.

St.Gallen-Altenrhein (Swiss) – Friedrichshafen (Jerman)
Maskapai :  People’s Viennaline. (ACH-FDH). jarak: 13 mil (20 Km)

Danau Constance yang terletak di Rhine diPegunungan Alpen dengan luas 571 kilometer persegi perairannya dibagi oleh tiga negara: Jerman, Austria dan Swiss. Hanya berjarak 20 kilometer ada 2 bandara kecil yakni St. Gallen-Altenrhein, di ujung timur laut Swiss dan Friedrichshafen milik  Jerman,
Adalah People’s Viennaline, sebuah maskapai penerbangan asal Austria, melayani rute penerbangan reguler 2 buah bandara tersebut. Waktu perjalanan Hanya delapan menit. Menyeberangi danau sejauh 20 Km Menggunakan jet regional Embraer, rasanya tidak berlebihan disebut sebagai salah satu pemegang rekor penerbangan terpendek.

Westray to Papa Westray (Skotlandia)
Maskapai : Loganair. (WRY-PPW). jarak: 2 mil (3 Km)

Inilah pemegang rekor penerbangan terpendek di dunia. Penerbangan pendek ini menghubungkan pulau Orkney di Westray dan Papa Westray, di lepas pantai utara Skotlandia. Maskapai penerbangan Skotlandia Loganair telah menjalankan jembatan udara antara dua pulau Skotlandia kecil ini selama hampir 50 tahun, menjadikannya penerbangan reguler tanpa henti yang terpendek di manapun di dunia. Menggunakan pesawat delapan penumpang Britten-Norman Islander, memakan waktu lebih dari satu menit, namun kadang-kadang telah mendekati 53 detik, tergantung pada kondisi cuaca dan angin.